sa'at shalat

Jumat, 21 September 2012



[FAKTA ISLAM]
MENGENAL ILMUWAN ISLAM (BAGIAN 1)

Hasan bin Haitsam (Alhazen) adalah yang pertama ciptakan kamera (Camera Obscura) juga menulis kitab al-manazhir (Book of Optics) yang menjadi rujukan Roger Bacon, Newton dll.

Abu Ali Hasan b
in Haitsam Bashri, yang terkenal dengan nama Ibnu Haitsam, adalah ilmuwan terkemuka muslim. Ia lahir pada 22 Muharram 354 Hijriyah di kota Basrah, Irak.

Dunia mengenal Ibnu Haitsam sebagai pakar ilmu fisika, matematika, teknik sipil, logika, dan astronomi, dan dia menghasilkan banyak karya penulisan di bidang-bidang tersebut. Dalam bidang keilmuan, Ibnu Haitsam banyak memberi pengaruh dalam perkembangan keilmuan Islam dan dunia.

Para ilmuwan Eropa banyak melakukan penelitian atas karya-karya Ibnu Haitsam, di antaranya Roger Bacon, seorang ilmuwan Inggris abad ke-13. Ketika ia melakukan penelitian mengenai penggunaan matematika dalam ilmu alam, Bacon banyak menggunakan hasil-hasil eksperimen Ibnu Haitsam.

Karya penulisan Ibnu Haitsam yang terpenting adalah “Al-Manazir”, yang terdiri dari 7 makalah mengenai keistimewaan cahaya. Karya itu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad pertengahan, dan memberi pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Barat. Ibnu Haitsam meninggal dunia pada tahun 430 Hijriyah di Kairo.
See Translation
http://www.facebook.com/BursaMuslimCom/
6 dzulqa'dah 1433 / 22 sept 2012


ABU ABDILLAH AL-QALANISI Dan Seekor Gajah

Abu Abdillah al-Qalanisi dalam sebuah perjalanannya dengan mengendarai perahu. Tiba-tiba angin kencang menggoncangkan perahu yang ditumpanginya. Seluruh penumpang berdoa dengan khusyu' demi keselamatan mereka dan mengucapkan sebuah nadzar.

Para penumpang berkata kepada Abu Abdillah, "Masing-masing kami telah berjanji kepada Allah dan bernadzar agar Allah SWT menyelamatkan kami. Maka hendaknya kamu juga bernadzar dan bersumpah kepada Allah." Dia menjawab, "Aku ini orang yang tidak perduli dengan dunia, aku tidak perlu bernadzar."

Tetapi mereka memaksaku. Lalu aku bersumpah, "Demi Allah, sekiranya Allah SWT menyelamatkanku dari musibah yang menimpaku maka aku tidak akan makan daging gajah."

Mereka bertanya, "Apakah boleh bernadzar seperti itu? Apakah ada orang yang mau makan daging gajah.?" Aku menjawab, "Itulah pilihanku, semoga Allah memberi ganjaran atas lisanku yang mengucapkan kata-kata itu."

Benar, tidak lama kemudian kapal itu pecah. Para penumpang terdampar di sebuah pantai. Berhari-hari kami berada di pantai tersebut tanpa makan sesuatu pun.

Ketika kami sedang duduk-duduk beristirahat, ada anak gajah lewat di depan kami. Mereka menangkap anak gajah tersebut, menyembelih lalu memakannya. Mereka menawariku makan seperti mereka. Aku menjawab, "Aku telah bernadzar dan bersumpah kepada Allah untuk tidak makan daging gajah."

Mereka mengajukan alasan, bahwa aku dalam keadaan terpaksa, sehingga dibolehkan untuk membatalkannya. Aku menolak alasan mereka, aku tetap memenuhi sumpahku. Setelah makan, mereka merasa kenyang lalu tidur.

Pada saat mereka tidur, induk gajah datang mencari anaknya, ia berjalan mengikuti jejak anaknya sambil mengendus-endus. Hingga akhirnya ia menemukan potongan tulang anaknya.

Induk gajah itu pun sampai di tempat istirahat kami, aku memperhatikannya. Satu orang demi satu orang dia ciumi, setiap kali ia mencium bau daging anaknya pada orang itu, maka orang itu diinjak dengan kaki atau tangannya sampai mati. Kini mereka semua telah mati.

Tiba saatnya induk gajah mendekatiku, ia menciumku tapi tidak mendapatkan bau daging anaknya pada diriku. Lalu ia menggerakkan tubuh bagian belakangnya, ia memberi isyarat, kemudian mengangkat ekor dan kakinya.

Dari gerakan tubuh gajah itu aku mengerti bahwa ia menghendaki agar aku menungganginya. Lalu aku naik, duduk di atasnya. Ia memberi isyarat agar aku duduk dengan tenang di atas punggungnya yang empuk. Ia membawaku berlari kencang sehingga malam itu juga aku tiba di sebuah perkebunan yang banyak pepohonan. Ia memberi isyarat agar aku turun dengan bantuan kakinya, maka aku pun turun. Kemudian ia berlari lebih kencang dari pada saat ia membawaku tadi.

Di pagi hari, aku menyaksikan di sekilingku hamparan sawah, perkebunan dan sekelompok orang. Orang-orang tersebut membawaku ke rumah kepala suku. Juru bicara suku itu memintaku berbicara. Kemudian aku ceritakan tentang diriku dan kejadian yang dialami sekelompok orang dan rombongan dalam perahuku.

Juru bicara itu bertanya kepadaku, "Tahukah kamu berapa jauh jarak perjalananmu dengan seekor gajah itu.?" Aku jawab, "Tidak tahu!" Ia menjawab, "Sejauh perjalanan selama 8 hari! Sementara Gajah itu membawamu lari hanya dalam satu malam."

Selanjutnya aku diperkenankan tinggal bersama mereka di desa tersebut sehingga aku mendapat pekerjaan. Setelah itu aku pulang ke kampungku.

See Translation


http://i156.photobucket.com/albums/t17/docallmesavvy/anti-jesus.jpgOleh : Hj. Irena Handono,
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

khoirunnisa-syahidah.blogspot.com - Berikut kita akan membahas kisah Sandiwara Persidangan Yahudi yang dikenal dengan kisah 'Pengadilan di hadapan Imam Besar'. Tentara-tentara Romawi dengan tangan-tangan mereka yang kuat menyeret tubuh Yesus dari Getsemani ke Hanas (ayah mertua Imam Besar Kayafas) dan dari Hanas ke Imam Besar Kayafas dan kemudian Mahkamah Agung Yahudi Sanhedrin untuk menghadapi pengadilan dan hukuman.

Matius 26:57 “Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.”

Matius 26:59-60 26:59 “Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya ia dapat dihukum mati,” 26:60 “tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang.”

Kisah yang diceritakan Bibel di atas sangat jelas menggambarkan betapa pengadilan terhadap Yesus yang dilakukan oleh para rahib Yahudi tersebut hanya sandiwara. Keputusan para musuh Yesus tersebut sudah terekonstruksi sejak awal, mereka sangat membenci Yesus yang dianggap akan menghancurkan kekuasaan mereka. Bagi para rahib yahudi,Yesus harus disalibkan dan harus mati! Tapi Yesus tidak diam, justru ia membela diri. Yesus adalah 'oknum' tidak bersalah yang 'keras kepala', dan dia tahu makar apa yang dirancang para rahib yahudi atas dirinya.

Yohanes 18:19-23 18:19 “Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.” 18:20 “Jawab Yesus kepadanya: Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di .rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.” 18:21 “Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." 18:22 “Ketika ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: ‘Begitukah Jawab-Mu kepada Imam Besar?’” 18.23 “Jawab Yesus kepadanya: Jikalau kataKu itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"

Sampai di sini kita berhenti sejenak. Ada hal yang perlu simak lebih jeli tentang keyakinan Kristiani mengenai hal ini. Kristiani menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa: 'Takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan', salah satunya ayat Yesaya berikut:

Yesaya 53:7 “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”

Ini tidak benar. Nubuat tersebut tidak cocok. Kita telah membuktikan sendiri dari ayat-ayat di atas bahwa Yesus tidak hanya diam di hadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus bahkan memberikan pembelaan terhadap dirinya. Maka nubuat Yesaya 53:7 tersebut tidak cocok dengan kondisi Yesus.

Kristiani menisbahkan nubuat yang salah kepada Yesus yang disangka Yesus sebagai penggenapannya, dan masih banyak berbagai klaim nubuat tidak cocok lainnya yang dapat Anda teliti sendiri dalam Bibel dan doktrin Gereja.

Pengadilan yang digelar para rahib Yahudi adalah sandiwara belaka. Ini adalah upaya menjebak Yesus, menghukum Yesus dengan tujuan akhir adalah melenyapkan Yesus. NasibYesus sudah diputuskan. Imam Besar di Mahkamah Agama (Kepala Imam-imam Yahudi) adalah orang yang mengambil keputusan pada setiap pengadilan sipil berdasarkan persangkaannya terhadap terdakwa. Dia telah memutuskan bahwa Yesus harus mati, tanpa mendengar persidangan pembelaan dan lain-lain.

Yang menarik adalah adanya bukti bahwa sesungguhnya Imam Besar telah merekomendasikan kepada mahkamah untuk membunuh Yesus bahkan sebelum terjadi kasus penangkapan tersebut.

Yohanes 11:50 “dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."

Orang Yahudi tentu tidak mengimani bahwa Yesus adalah penebus dosa manusia, lalu apa maksud bahwa Yesus mati untuk seluruh bangsa?

Yohanes 47-48 11:47 “Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: 'Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.” 11:48 “Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita." Yohanes 71:53 “Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.”

Jadi, yang dimaksud tebusan untuk orang banyak adalah tidak lebih bahwa Yesus semacam tumbal untuk menghindari amuk orang Romawi. Para imam Yahudi tidak ingin Yesus memperoleh simpati yang lebih besar dan jumlah pengikut yang makin banyak yang dapat menggeserkan kekuasaan mereka. Sehingga jalan satu-satunya adalah membunuh Yesus. Pada dasarnya tidak ada dosa yang harus ditebus, bagaimanapun kematian di atas kayu salib adalah suatu bentuk kutuk. Dan justru penghinaan dan inilah yang diinginkan oleh orangYahudi.

Kaum Yahudi memfitnah Yesus dengan menyatakan bahwa Yesus telah melecehkan dan berkhianat terhadap ajaran agama Kristen adalah sama dengan Yahudi dalam hal menghina Yesus, tetapi masalahnya berbeda. Baik Yahudi maupun Kristen keduanya menginginkan Yesus mati. Yang satu untuk "kekuasaan diri" dan yang satu lagi untuk "penebusan dosa”, dan tidak ada dari keduanya yang benar. Yesus tidak mempunyai hasrat menghasut bangsa Romawi merebut tempat suci, dan Yesus juga tidak pernah punya keinginan menebus dosa manusia serta tidak punya pengetahuan apapun soal penebusan diatas kayu salib yang merupakan dogma Paulus. [khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]

Kamis, 20 September 2012

HEROISME SANG MUJAHID AGUNG


Heroisme Sang Mujahid Agung
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah, alhamdulillah, walhamdulillah. Allah Ta’ala memiliki banyak cara untuk membela hamba-Nya. Ketika manusia (seindonesia) berkonspirasi untuk menghancurkan nama baik dan kehormatan Al Ustadz Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo rahimahullah; maka Dia memiliki cara-Nya untuk memuliakan beliau. Melalui buku “Hari Terakhir Kartosoewirjo” yang ditulis oleh Fadli Zon; melalui pameran foto-foto seputar eksekusi beliau pada tahun 1962; melalui bedah buku dan seterusnya; alhamdulillah akhirnya terkuaklah banyak fakta sejarah yang selama ini disembunyikan.

Sebagian besar manusia (Muslim) di Indonesia selama ini berprasangka buruk terhadap sosok almarhum SM. Kartosoewirjo. Mereka melontarkan tuduhan-tuduhan tak berdasar. Alhamdulillah, dengan segala pertolongan Allah banyak sisi suram “cerita sejarah” itu yang harus dihapus, diganti kisah lain yang lebih benar dan tidak dusta. Tampaknya bangsa Indonesia harus menulis ulang ulasan sejarahnya seputar sosok SM. Kartosoewirjo dan gerakan Daarul Islam-nya.

Berikut ini poin-poin apresiasi dan analisis yang bisa kami sampaikan, terkait pengungkapan 81 foto-foto eksklusif yang semula merupakan rahasia negara itu. Bentuk apresiasi ini adalah upaya nyata untuk mulai menulis sejarah tokoh Islam dengan cara pandang yang benar; meskipun musuh-musuh Islam alergi terhadapnya. Kalau mereka alergi, setidaknya kita perlu berkata jujur kepada kaum Muslimin dan kemanusiaan manusia di dunia.

[1]. Imam SM. Kartosoewirjo ternyata adalah pribadi yang sederhana, biasa, tidak berbeda dengan manusia-manusia Indonesia yang lain. Ada yang mengatakan, sosoknya seperti petani. Begitu pula, keluarga beliau juga sederhana, termasuk istri dan anak-anaknya. Namun harus diakui, beliau adalah sosok pemimpin revolusi Islam terbesar di Indonesia. Gerakan Daarul Islam (DI) merupakan gerakan politik-militer yang paling luas pengaruhnya. Ia berpengaruh di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimatan Selatan, hingga Nusa Tenggara. Dibandingkan gerakan PKI,  ia hanya dominan di Jakarta dan Jawa Timur saja. PRRI/Perlesta hanya di Sumatera Barat, RMS hanya di Maluku, dan seterusnya.

[2]. Sampai akhir hidupnya, SM. Kartosoewirjo konsisten dengan garis perjuangannya. Beliau membela perjuangannya, sampai di depan regu tembak. Hal ini mengingatkan kepada tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang pada tahun 60-an banyak dieksekusi mati oleh rezim Gamal Abdul Naser. Imam Daarul Islam itu tidak pernah mundur dari sikapnya dan bersedia mempertanggung-jawabkan perjuangannya sampai titik darah penghabisan. Ketika diputuskan dia harus divonis mati, pihak pengadilan menawarkan dirinya untuk pergi kemana saja, sekali pun ke Amerika; selagi tidak ada urusan politik. Namun beliau menolak, karena yang dia inginkan adalah: segera bertemu Allah untuk memastikan apakah perjuangannya benar atau salah? Lihatlah manusia yang fisiknya tampak ringkih ini; dia sangat kuat dalam memegang prinsip dan tidak menyesal. Berbeda dengan umumnya aktivis-aktivis Islam yang semula idealis, lalu perlahan-lahan menjadi pragmatis dan menjual agama dengan harga murah. Nas’alullah al ‘afiyah.

[3]. Dalam kapasitasnya sebagai “musuh negara” yang dianggap paling berbahaya; ternyata SM. Kartosoewirjo tampak dihormati, dihargai, dan dimuliakan oleh orang-orang yang berurusan dengan eksekusinya. Mereka tampak hening, berdiri rapi, penuh khidmat memberikan penghormatan terakhir. Setelah wafat, beliau dimandikan dengan air laut, lalu dishalatkan dan dimakamkan secara Islami. Bahkan sejak diantar ke Pulau Ubi, beliau diperlakukan secara baik. Hal ini menandakan, bahwa orang-orang yang berurusan dengan eksekusinya tidak yakin sepenuhnya, bahwa beliau salah. Kalau mau jujur, SM. Kartosoewirjo adalah “anak kandung” dari TNI (dulu BKR atau TKR). Beliau itu semula berada dalam barisan TNI, berjuang menjaga wilayah Jawa Barat.

[4]. Dalam segala kesederhanaannya, ternyata kharisma SM. Kartosoewirjo sangat menakutkan bagi rezim yang berkuasa (Orde Lama dan Orde Baru). Mereka begitu ketakutan, sehingga harus menyembunyikan dimana lokasi eksekusi; apakah di Pulau Onrust atau di atas kapal laut? Bahkan di Pulau Onrust, mereka buat dua pusara palsu, dengan label “makam Kartosoewirjo”. Sebegitu takutnya mereka, sehingga harus membuat sandiwara-sandiwara seperti itu. Bahkan Pulau Ubi dimana eksekusi diadakan dan pusara SM Kartosoewirjo ada disana; pulau itu kalau laut saat pasang, tidak akan tampak di permukaan. Masya Allah, sebegitu takutnya musuh-musuh politik Imam Darul Islam itu; mungkin mereka nyadar, kalau dirinya memang salah.

[5]. SM. Kartosoewirjo rahimahullah dituduh dengan 3 perkara, yaitu: a. Beliau melakukan pemberontakan; b. Beliau berniat membunuh Presiden Soekarno; c. Beliau ingin lepas dari Indonesia. Atas tuduhan ini, beliau akui tuduhan pertama, dan beliau tolak dua tuduhan terakhir. Dengan demikian, kita tidak boleh menyimpulkan bahwa gerakan Daarul Islam bertujuan separatisme (memisahkan diri dari NKRI). Daarul Islam tetap dalam lingkup keindonesiaan dan tidak ingin memisahkan diri dari NKRI. Kalau mau dikembangkan secara politik; mestinya DI/TII jangan dituduh sebagai pemberontak; tapi anggaplah ia sebagai aspirasi politik sebagian kaum Muslimin yang menuntut otonomi, untuk mengatur wilayahnya dengan sistem Islam. Kalau daerah lain ingin memakai sistem sekuler atau non Islami, ya itu silakan saja. Hanya saja, berikan otonomi kepada Daarul Islam untuk mengatur wilayahnya dengan sistem Islami. Bukankah dalam sistem federasi hal semacam itu memungkinkan terjadi? Atau setidaknya dalam bentuk otonomi khusus.

[6]. SM. Kartosoewirjo dihukum mati berdasarkan keputusan pengadilan, yang dikukuhkan oleh persetujuan Presiden Soekarno. Soekarno sendiri sejatinya adalah mantan teman beliau, sebagai sesama murid HOS. Cokroaminoto di Surabaya. Bagi Soekarno, mengenyahkan kawan lamanya adalah keutamaan, meskipun yang bersangkutan berjuang demi Islam.

[7]. Sebelum dieksekusi mati, SM. Kartosoewirjo mengajukan 4 tuntutan, dan hanya tuntutan terakhir yang dipenuhi. Pertama, beliau ingin bertemu dengan para perwira bawahannya; Kedua, beliau ingin agar eksekusinya disaksikan pengikutnya atau keluarganya; Ketiga, beliau ingin jenazahnya diserahkan kepada keluarganya; Keempat, beliau ingin bertemu keluarganya, untuk terakhir kalinya. Ternyata, hanya tuntutan terakhir yang dipenuhi. Beliau sudah tua dan lemah; beliau sudah sedia dihukum mati; beliau tidak menuntut ingin kesana-kemari; tetapi itu pun beliau masih dizhalimi dengan tidak dipenuhi hak-haknya sebagai manusia yang wajar. Sekedar dimakamkan oleh keluarganya saja, tuntutan itu ditolak.

[8]. Bisa jadi keputusan Pemerintah RI untuk menghukum mati SM. Kartosoewirjo dianggap benar (menurut hukum positif dan vonis pengadilan). Tetapi mengapa di luar itu semua, SM. Kartosoewirjo masih dizhalimi sedemikian rupa? Tuntutan beliau yang manusiawi tidak dipenuhi; makamnya disamarkan di Pulau Onrust; dan dibuat catatan-catatan sejarah bohong seputar dirinya? Bukankah hal ini merupakan kezhaliman besar atas diri beliau? Akhirnya, kezhaliman itu terbongkar sudah, dengan dimuatnya foto-foto eksklusif seputar eksekusi Imam Daarul Islam. Ibarat menyembunyikan bau busuk, lama-lama akan tercium juga.

[9]. SM. Kartosoewirjo rahimahullah tidaklah ingin membubarkan NKRI, tidak ingin keluar dari Indonesia, atau ingin men-Daarul Islam-kan Indonesia. Tidak demikian. Beliau itu ingin menegakkan pemerintahan otonom berdasarkan Islam. Jika pemerintahan itu tegak, ia tetap berada dalam cakupan NKRI; hanya saja memiliki otonomi untuk membangun wilayah dengan nilai-nilai Islam. Hal ini bukan tanpa alasan. Alasannya ialah lemahnya bargaining Soekarno-Hatta di mata Belanda (NICA). Mereka mau menanda-tangani perjanjian Renville dan KMB (Konferensi Meja Bundar) yang isinya amat sangat melukai hati bangsa Indonesia. Melalui Renville, wilayah RI hanya seputaran Yogya saja; selebihnya wilayah RIS. Pasukan TNI harus ditarik ke Yogya semua, sehingga hal itu membuka peluang bagi NICA untuk menguasai wilayah-wilayah di luar RI. Melalui KMB, bangsa Indonesia harus mengakui bahwa kemerdekaan RI merupakan hasil pengakuan dari Belanda; padahal RI merdeka setelah berhasil mengusir Jepang dari Tanah Air. Belanda sejak awal tahun 1940-an sudah diusir dari Indonesia oleh Jepang. Di sisi lain, RI harus menerima beban hutang Belanda akibat terlibat dalam Perang Dunia II dan perang-perang lainnya. Beban hutang ini tidak pernah disampaikan oleh para sejarawan. Ekonom UGM, Revrisond Baswir sering menyinggung posisi hutang peninggalan KMB ini. SM. Kartosoewirjo tidak mau menerima semua perjanjian yang merusak bangsa dan negara itu. Tetapi beliau lalu disudutkan sebagai “pemberontak”. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

[10]. Di balik pendirian Daarul Islam, ada satu SPIRIT yang tidak dipahami bangsa Indonesia, sejak dulu sampai kini. Akibat tidak dipahami masalah ini, akibatnya sangat fatal. Bahwa sejak awal, SM. Kartosoewirjo amat sangat membenci sikap tunduk kepada penjajah; beliau tidak mau menyerahkan wilayah walau sejengkal saja kepada penjajah. Beliau tidak mau dihina, karena harus “merdeka lewat pengakuan Belanda”. Wong, sudah merdeka sendiri kok, masih harus membutuhkan pengakuan Belanda? Beliau anti menanggung hutang-hutang Belanda, karena itu sama dengan memikulkan hutan orang kafir ke punggung anak-cucu sendiri. Tetapi tabiat beliau berbeda dengan Soekarno-Hatta yang dididik oleh pendidikan penjajah di negeri Belanda sana. Beliau tidak mau tunduk kepada penjajah, sedangkan Soekarno-Hatta suka dengan penjajahan (dalam model berbeda). Akhirnya kini bangsa Indonesia di zaman Reformasi (tahun 2012) ini bisa melihat, siapa yang lebih benar sikap politiknya; Soekarno-Hatta atau SM. Kartosoewirjo? Di zaman ketika kini bangsa Indonesia sudah dijajah di berbagai sektor oleh negara-negara asing ini, mestinya kita harus menangisi hasil perjanjian Renville dan KMB. Dua perjanjian laknat itulah yang menghantarkan bangsa Indonesia kini kehilangan hakikat kemerdekaan, setelah sebelumnya merasakan kemerdekaan.

[11]. Banyak orang bertanya-tanya: “Siapakah yang menyerahkan foto-foto eksklusif itu kepada Fadli Zon? Siapa dia? Bagaimana ceritanya? Dan mengapa dia lakukan tindakan itu?” Saudaraku, kita tidak tahu apa alasan hakiki si pemberi (penjual) foto itu. Tapi kita yakin, dia pernah secara langsung atau tidak berhubungan dengan orang-orang yang menjadi saksi eksekusi pada tanggal 5 september 1962 itu. Dia mungkin punya hubungan dengan kameramen yang membuat foto-foto itu; atau dia berhubungan dengan pusat penyimpanan dokumentasi negara; atau dia pernah secara mujur menemukan foto-foto itu berserakan sebagai barang tak berguna, lalu dia lihat dan amati nilai historisnya, lalu disimpannya. Yang jelas, sumber foto itu sangat ingin memberi tahu bangsa Indonesia sejarah yang jujur tentang eksekusi SM. Kartosoewirjo dan kebenaran seputarnya. Hal ini tentu karena ia telah digerakkan oleh Allah Ta’ala untuk mengungkapkan sejarah yang sebenarnya. Begitu gelisahnya sumber foto itu mendengar sejarah yang palsu dan penuh racun; sehingga menjadi tugas kemanusiaan baginya, untuk mengungkap fakta sebenarnya. Khusus bagi Bang Fadli Zon, beliau juga layak diberi pujian, apresiasi, dan penghargaan atas pengungkapan fakta-fakta itu. Semoga Allah Ta’ala memberi mereka balasan pahala sesuai kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Amin Allahumma amin.

Namun pujian dan apresiasi ini tidak berlaku bagi gerakan sempalan NII yang faksinya bermacam-macam, lalu muaranya ke Ma’had Al Zaytun di Indramayu, yang dipimpin oleh Abu Toto (Syech Panji Gumilang) itu. NII model begini adalah termasuk aliran sesat-menyesatkan yang dibentuk oleh infiltrasi penguasa, melalui tangan Ali Mutopo dan Pitut Soeharto. Apa yang kita apresiasi ialah gerakan Daarul Islam asli, di bawah pimpinan Al Ustadz SM. Kartosoewirjo rahimahullah, yang berdiri tegak di atas missi politik Islami, latar belakang sejarah, serta spirit anti penjajahan.

Sebagai penutup tulisan ini, dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman: “Wa tu’izzu man tasya’u wa tudhillu man tasya’u, bi yadikal khair innaka ‘ala kulli syai’in qadiir” (dan Engkau -ya Allah- memuliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki; di Tangan-Mu segala hakikat kebaikan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu). [Surat Ali Imran].

Demikianlah, manusia-manusia jahat bermaksud menodai dan merusak kehormatan SM. Kartosoewirjo rahimahullah; namun Allah dengan segala cara-Nya hendak memuliakan hamba-Nya. Dia adalah Sang Mujahid Agung, sosok kesatria yang rela mati sampai titik darah penghabisan, demi membela cita-cita politik Islami. Bangsa Mesir memiliki mujahid Sayyid Quthb rahimahullah; bangsa Libia memiliki Umar Mukhtar rahimahullah; bangsa Rusia memiliki Imam Syamil rahimahullah; bangsa Palestina memiliki Syaikh Ahmad Yasin dan Syaikh Izzudiin Al Qasam rahimahullah; bangsa Pakistan memiliki Presiden Ziaul Haq rahimahullah; bangsa Turki memiliki Najmuddin Erbakan rahimahullah; bangsa Suriah memiliki Ustadz Marwan Hadid rahimahullah; maka kaum Muslimin Indonesia memiliki sosok Mujahid Agung: Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo rahimahullah.

SM. Kartosoewirjo adalah sosok komandan militer, imam, sekaligus ideolog Daarul Islam yang tiada duanya di dunia Islam. Nyaris tidak dijumpai perjuangan dengan konsep Daarul Islam di masa lalu, di negeri-negeri Muslim lain, selain hanya di Indonesia. Pemimpin-pemimpin Ikhwanul Muslimin di Mesir, secara akidah mereka sepakat dengan konsep Daarul Islam; tetapi secara perjuangan militer, mereka belum sampai kesana. Ingatlah keistimewaan ini wahai Muslimin Nusantara!

Semoga sekilas tulisan ini bermanfaat dan menjadi refleksi iman dan sejarah, bagi kita semua.Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.


Hadapi Cercaan dengan Shalawat

5 dzulqa'dah 1433 / 21 sept 2012

Hadapi Cercaan dengan Shalawat
Ilustrasi
Berita Terkait





http://www.republika.co.id/

Oleh: Ina Salma Febriani
Entah yang sudah ke berapa kalinya, umat Islam kembali menghadapi cobaan melalui penghinaan pada Rasulullah.

Dicerca, dihina, dilecehkan, direndahkan, bahkan tindak kekerasan fisik dan verbal sekali pun adalah makanan sehari-hari Rasulullah di awal dakwah beliau.

Sebenarnya ada faktor lain yang menyebabkan mereka melakukan penghinaan tersebut—bukan sekadar benci atau dendam kesumat. Tapi lebih dari itu, mereka sangat tahu betapa mulianya Rasulullah. Karena sangat mengagumi Rasulullah, mereka tidak dapat mengekspresikan kekaguman tersebut. Maka dapat dimaklumi mereka berbuat demikian.

Rasulullah SAW pun demikian, selalu membalas kejahatan dengan pengungkapan ampunan pada Tuhan, karena kuffar Quraisy ‘belum tahu’ hakikat kebenaran. Rasulullah hanya berdoa, “Maafkan mereka ya Allah, karena ketidaktahuan mereka.”

Ketidaktahuan itu muncul salah satunya karena di dalam hati mereka ada ‘penyakit’. Penyakit itu timbul karena mereka yang ingkar dan dengki sehingga Allah mengunci hati mereka dan sulit menerima kebenaran. “Dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit mereka dengan apa yang mereka dustakan,” (QS Al-Baqarah: 10).

Dari keingkaran tersebut, lahirlah sebuah godaan untuk mencerca, menghina dan melecehkan pemeluk agama lain, motifnya memang berbeda-beda. Ada yang karena tidak suka bumi Allah ini dipenuhi oleh pemeluk Islam yang kian hari makin banyak, ada pula yang ingin menghancurkan persatuan umat Islam yang satu dengan yang lainnya.

Apa pun motif terselubung dari fenomena ‘pelecehan’ ini, Rasulullah hanya menganjurkan untuk melawan perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab itu dengan pembuktian keimanan. Buktikan bahwa sedahsyat apa pun agama, Nabi, ajaran Allah ini dihina, kita tetap teguh dan bersatu. Karena memang, jalan anarkistis justru lebih merugikan umat Islam itu sendiri.

Dengan peristiwa ini, mungkin kita bisa memetik hikmah, antara lain, teguhkan dan kuatkan keimanan dan persatuan kita di antara sesama umat Muslim—sebab sampai kapan pun, non-Muslim tidak akan pernah ridha dengan agama Islam, hingga kita mengikuti kepercayaan mereka.

Hal ini telah Allah firmankan dalam Surah Al-Baqarah ayat 120, “Dan tidak akan pernah ridha kepadamu (Muhammad) orang-orang Yahudi maupun Nasrani, hingga engkau mengikuti agama mereka…”

Kedua, biarlah Allah bertindak sesuai dengan kehendaknya, sebab Allah Mahamenghakimi dan Menghukumi setiap insan yang berdosa, jika tidak di dunia—maka siksaan tersebut Allah tangguhkan di hari Kiamat kelak, saat dimana kuffar memohon, memelas, meminta, mengemis, agar siksaan nan pedih dihilangkan darinya.

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. Mereka berdoa, “Ya Allah, lenyapkanlah kami dari azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman. ‘Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal mereka telah datang kepada mereka Rasul yang memberi peringatan kemudian mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata, ‘Dia adalah penerima ajaran dari orang dan ia adalah orang gila. Sungguh, jika Kami lenyapkan siksaan itu sebentar saja, pasti mereka akan (kembali) ingkar’.” (QS Ad-Dukhan: 10-15)

Ketiga, rutinkan diri memberikan ‘hadiah’ untuk Rasulullah SAW dengan bershalawat kepadanya. “Sungguh, Allah dan para malaikat bershalawat untuk Nabi, wahai orang yang beriman, bershalawatlah pada (Nabi) dan mohonlah keselamatan dengan keselamatan sesungguhnya.” (QS Al-Ahzab: 56). Wallahu a’lam.

Selasa, 18 September 2012


Akibat Menganggap Baik Perbuatan Buruk (Bid’ah) dan Cara Bertaubat Darinya

Ahlul bid’ah tidak akan bertaubat selama ia menilai bahwa itu merupakan amalan yang baik. Karena taubat berpijak dari adanya kesadaran bahwa perbuatan yang dilakukan itu buruk. Sehingga dengan itu ia bisa bertaubat darinya. Jadi, selama perbuatan itu dianggap baik -padahal pada hakikatnya jelek- maka ia tidak akan bertaubat dari perbuatan tersebut. Akan tetapi taubat adalah sesuatu yang mungkin (dilakukan) dan terjadi, yaitu jika Allah Subhanahu wata’ala memberikan hidayah dan bimbingan kepadanya hingga ia dapat mengetahui kebenaran.
Syaikhul Islam ibnu Taimiyah
Hal itu sebagaimana banyak diriwayatkan dalam kitab-kitab shahih dan lainnya dari hadits Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu dan Abu Said Al Khudri Radhiallahu’anhu dari nabi Shallallahu’alaihi wasallam bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam pernah menjelaskan tentang kaum khawarij. Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ لَهُ أَصْحَابًا يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلاَتَهُ مَعَ صَلاَتِهِمْ وَصِيَامَهُ مَعَ صِياَمِهِمْ، يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجاَوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ
“Sesungguhnya ia mempunyai para pengikut yang salah seorang dari kalian merasa shalatnya tidak ada apa-apanya dibandingkan shalat mereka, shaumnya tidak ada apa-apanya dibandingkan shaum mereka. Mereka (selalu) membaca Al Qur`an namun tidaklah melewati kerongkongan (tidak dihayati dan dipahami maknanya, pen). Mereka keluar dari (prinsip) agama sebagaimana keluarnya (menembusnya) anak panah dari tubuh hewan buruan.” (HR. Al-Bukhari no. 3610 dan Muslim no. 1064)
Dan mereka para shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, dan nabi Shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda tentang mereka dalam hadits shahih,
سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ، أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَاهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ لاَ يُجَاوِزُ إِيْمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، فَأَيْنَمَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ فَإِنَّ فِي قَتْلِهِمْ أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda umurnya tapi bodoh pemikirannya. Mereka berbicara seperti perkataan manusia yang paling baik. Keimanan mereka tidak melewati tenggorokannya. Mereka keluar dari (prinsip) agama ini seperti keluarnya anak panah dari buruannya. Di mana saja kalian temui mereka, bunuhlah mereka. Sesungguhnya membunuh mereka akan mendapatkan pahala pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, para imam kaum Muslimin -seperti Sufyan Ats Tsauri Rahimahullahu Ta’ala- berkata,
أن البدعة أحب إلى إبليس من المعصية لأن البدعة لا يتاب منها والمعصية يتاب منها
"Sesungguhnya kebid’ahan itu lebih disukai iblis daripada kemaksiatan. karena seseorang (sulit) bertaubat dari berbuat bid’ah. Sedangkan maksiat (lebih mudah) untuk bertaubat darinya."
Makna ucapan mereka: "(sulit) untuk bertaubat dari kebid’ahan", karena orang yang berbuat bid’ah telah menjadikan apa yang tidak disyariatkan oleh Allah Tabaroka wata’ala dan rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam sebagai ajaran agama. Amalan buruk telah dibuat indah dalam pandangannya. Seolah amalan itu baik, sehingga pelaku perbuatan tersebut tidak akan bertaubat selama ia menilai bahwa itu merupakan amalan yang baik. Karena taubat berpijak dari adanya kesadaran bahwa perbuatan yang dilakukan itu buruk. Sehingga dengan itu ia bisa bertaubat darinya. Atau orang tersebut meninggalkan amalan baik yang diperintahkan, baik yang diwajibkan atau disunnahkan agar ia bertaubat, kemudian mengerjakannya.
Jadi, selama perbuatan itu dianggap baik -padahal pada hakikatnya jelek- maka ia tidak akan bertaubat dari perbuatan tersebut. Akan tetapi taubat adalah sesuatu yang mungkin (dilakukan) dan terjadi, yaitu jika Allah Subhanahu wata’ala memberikan hidayah dan bimbingan kepadanya hingga ia dapat mengetahui kebenaran. Sebagaimana hidayah yang telah Allah Ta’ala berikan kepada orang-orang kafir, orang-orang munafik, dan sekte-sekte ahli bid’ah sesat lainnya. Ini terwujud dengan cara mengikuti kebenaran yang telah ia ketahui. Maka barangsiapa mengamalkan apa yang telah ia ketahui, niscaya Allah Ta’ala wariskan ilmu yang belum dia ketahui, sebagaimana firman Allah ta’ala,
وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
"Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya." (Muhammad: 17)
Dan firman-Nya,
وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا وَإِذًا لآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
“Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus." (An Nisa: 66-68)
Dan firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (Al Hadid: 28)
Dan firman-Nya,
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (Al Baqarah: 257)
Dan firman-Nya,
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"… Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (Al Maidah: 15-16)
Hal-hal yang mendukung pernyataan di atas banyak sekali di dalam Al Quran dan As Sunnah. Sebaliknya orang yang berpaling dari mengikuti kebenaran yang telah dia ketahui, dikarenakan mengikuti hawa nafsunya, maka hal itu akan melahirkan kebodohan dan kesesatan. sehingga hatinya tidak akan melihat kebenaran yang demikian terang, sebagaimana firman Allah Tabaroka wata’ala,
فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
"… Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (Ash Shaff: 5)
Dan firman-Nya,
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (Al Baqarah: 10)
Dan firman-Nya,
وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا قُلْ إِنَّمَا الآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَا إِذَا جَاءَتْ لا يُؤْمِنُونَ وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
"Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu tanda-tanda pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya tanda-tanda itu hanya berada di sisi Allah". Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila tanda-tanda datang mereka tidak akan beriman. Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Al An’am: 109-110)
Oleh karena itu, sebagian ulama salaf seperti Said ibnu Jubair Radhiallahu’anhu berkata,
إن من ثواب الحسنة الحسنة بعدها وإن من عقوبة السيئة السيئة بعدها
“Sesungguhnya di antara pahala kebaikan adalah kebaikan sesudahnya, dan sesungguhnya di antara balasan dari kejelekan adalah kejelekan yang datang setelahnya."
[Disalin dari kitab Tuhfatul Iraqiyah fii A'malil Qalbiyyah, Karya Syaikhul Islam ibnu Taimiyah, Edisi Indonesia Amalan-Amalan Hati, Penerjemah Abu Abdillah Salim Subaid, Penerbit Pustaka Ar Rayyan, halaman 14-18]


Gunakan Dinar Sekarang Atau Amerika Akan Menggunakannya Esok Hari!
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,
Oleh : Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi
“Gunakanlah mata uang emas atau dinar karena Israel dan Amerika akan menggunakan emas sebagai mata uang esok hari,”

Ucapan di atas saya ambil dari ceramah Syekh Imran Hossein di  Mesjid Raya Bogor, 11 Juni 2011. Dengan membawakan tema “The Future of Islam”, pakar konspirasi dan akhir zaman asal Trinidad dan Tobago itu, mengingatkan jama’ah atas nasib umat muslim dewasa ini. Ia mengatakan bahwa umat Islam telah menjadi pecundang yang menyedihkan di negerinya sendiri. Menurutnya penggunaan uang kertas oleh kita adalah keladi dari kemiskinan yang merata di seluruh Indonesia.

“Karena uang kertas itu jugalah Singapura menjadi negara yang sangat kaya raya,” ujarnya kesal.

Baginya ini sangat memalukan, sungguh bahkan. Padahal Islam telah memiliki sistem keuangan yang murni, orisinal, dan menyejahterakan. Namun sistem Ekonomi Islam yang telah diwarisi oleh Nabi Muhammad SAW dicampakkan begitu saja.

“Memalukan, sesuatu yang sangat memalukan bagi umat Muhammad saw., yang tidak dapat mengenali uang kertas ini sebagai penipuan. Penipuan adalah sesuatu yang haram dan uang kertas adalah instrumen untuk melegalisasi pencurian. Kita adalah pecundang yang menyedihkan,” lirih penulis buku The Gold Dinar and Silver Dirham itu dilumuri kekecewaan. Muka para jama’ah juga mengamininya.

Namun di balik itu semua, kalimat “Israel dan Amerika akan menggunakan mata uang emas kedepannya” betul-betul harus kita garis-bawahi. Invasi Amerika ke Papua untuk mengeruk sumberdaya emas bangsa ini betul-betul pada titik nadir. Bukan mustahil langkah tersebut adalah jalan bagi Amerika beserta sekutunya yang telah memprediksi kejatuhan ekonomi mereka dan beralih dari Dollar (US$) menuju emas bercahaya.

Menurut Muhaimin Iqbal, praktisi Dinar di Indonesia, perilaku US$ selalu bergerak berlawanan arah dengan harga emas. Kalau US$ yang diindikasikan dengan US$ Index naik, maka harga emas yang turun. Sebaliknya jika index US$ turun, maka harga emas yang akan naik. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya US$ ini. Tidak terbatas pada faktor ekonomi saja, isu-isu politik, keamanan dan lain sebagainya ikut mempengaruhi fluktuasi US$.

Menurutnya, salah satu isu untuk melihat fluktuasi dapat kita ambil dari tren ekonomi Amerika Serikat. Untuk memahami akan kemana ekonomi Amerika, maka kita bisa menggunakan dua buah data, yakni perumahan dan pengangguran.

Data dari pasar perumahan efeknya riil seperti krisis sub-prime mortgage yang sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir, awalnya adalah krisis di kredit perumahan, namun dampaknya kemana-mana. Di samping data mengenai perumahan, tentu data pengangguran juga bisa kita gunakan karena melalui data ini kita akan sangat mudah menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, termasuk Amerika.

Dari sisi perumahan, data kwartalan terakhir House Price Index yang dikeluarkan Case-Shiller menunjukkan penurunan hingga 14.1%. Ini merupakan penurunan yang paling tajam sepanjang sejarah, bahkan lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada masa great depression tahun 1930-an.

Menurunnya data penjualan rumah serta indeks harga rumah AS mengindikasikan bahwa kontraksi ekonomi global masih terus berlangsung. Dibutuhkan suatu langkah yang konkret untuk dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran.

Pada sisi pengangguran juga begitu. Di tahun 2008 saja pengangguran di Amerika telah mencapai angka di atas 5%. Angka itu melonjak drastis pada tiga tahun setelahnya (September 2011) di mana Depnaker AS mengatakan tingkat pengangguran di 20 negara bagiannya berada di atas angka nasional 9,1 persen, dengan tingkat tertinggi berada di Nevada yang mencapai 13,4 persen.

Pada tahun 2012 angkanya pun tidak mengalami perubahan berarti. Di New York City kini tingkat kemiskinan naik secara signifikan ke rekor tertinggi dibanding  tahun 2010 seperti dirilis oleh City’s Center for Economic Opportunity. Bahkan menurut laporan The New York Times menemukan bahwa jumlah warga New York yang tergolong miskin pada tahun ini meningkat hampir 100.000 orang sejak tahun 2009. Persentase tingkat kemiskinan pun naik 1,3 % menjadi 2,1%.

Data pemerintah menunjukkan 12,7 juta warga Amerika kini menjadi pengangguran. Empat dari 10 di antaranya tidak bisa mendapat pekerjaan selama 27 minggu atau lebih. Menurut ekonom, pertambahan lapangan kerja dibutuhkan untuk memberi konsumen kepercayaan yang mereka perlukan untuk melakukan pembelian, dan mendorong perusahaan melakukan investasi yang mengarah pada perekrutan baru.

Maka itu menarik jika menyimak perkataan Alen Gresspan, mantan chairman dari Federal Reserve AS (1987-2006), yang mengatakan, “Bila dibiarkan inflasi terus tumbuh, pertumbuhan akan turun, rakyat akan menderita dengan penurunan taraf hidup dan Amerika sangat mungkin menghadapi stagflation.”

Realitas ini akan berpeluang untuk memberi jalan hancurnya dollar AS yang pada saat bersamaan meruntuhkan hegemoni ekonomi kapitalis Amerika. Pada titik ini pula maka nilai emas akan semakin melonjak naik.

Data dari Bloomberg.com, misalnya, harga emas di bulan Oktober 2011 telah mengalami peningkatan terpanjang dalam 2 bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh kejatuhan Dollar yang memicu peningkatan permintaan logam mulia tersebut sebagai aset alternatif.

Dollar mencetak rekor penurunan terbesar terhadap Yen dan mundur terhadap Euro, setelah para pemimpin Uni-Eropa setuju untuk memperbesar dana bantuan menjadi empat atau lima kali lebih besar, menjadi sekitar 1 trilyun euro ($1.4 milyar). Sedangkan Emas telah meningkat sebesar 23% sepanjang tahun 2011. Sebaliknya dollar malah menurun sebesar 5.7% terhadap Euro.

Grafiknya tidak jauh beda pada tahun 2012. Harga emas terus naik sekitar 1,790 dollar AS pada bulan Februari, tingkat tertinggi sejak tahun 2012, setelah Fed pada waktu itu mengatakan akan terus mengarahkan suku bunga mendekati nol sampai setidaknya pada akhir 2014. Sedangkan di Comex, harga emas berjangka untuk penyerahan September 2012 ditutup pada level harga 1.684,6 dollar AS per troy ons atau menguat sebesar 31,1 dollar AS per troy ons.

Tampaknya AS menyadari gejala ini. Meminjam bahasa Syekh Imran, mereka akan melakukan segala daya upaya agar keuangan mereka tetap stabil. Salah satunya beralih ke emas.

Gejala itu memang sudah tampak. Sejumlah kalangan di Negeri Paman Sam begitu gencar mengusulkan penggunaan koin emas dan perak sebagai alat transaksi. Negara bagian Utah menjadi pelopornya. Belum lama ini, sejumlah wakil rakyat di sana menyusun rancangan undang-undang terkait hal tersebut. RUU itu telah lolos hingga ke tingkat Kongres melalui pemungutan suara. Jika RUU itu nanti disahkan maka koin emas dan koin perak akan menjadi alat tukar alternatif bagi rakyat Utah selain uang kertas dolar.

Ternyata Utah dan Virginia tidak sendiri. Dikabarkan negara bagian mulai melirik koin emas dan perak untuk alat transaksi. Ide ini bertumbuh di Idaho, South Carolina, New Hampshire, Tennesse, Indiana, Iowa, Oklahoma, Vermont, Georgia, Missouri dan Washington.

Maka tidak heran bahwa kunjungan Hilary Clinton baru-baru ini adalah upaya untuk mengukuhkan tangan AS di Papua sebagai upaya menstabilkan ekonomi AS melalui tambang emas di Papua. Terlebih di akhir pemerintahannya Barack Obama jika tidak mampu mendongkrak perekenomian Amerika dengan mewarisi hutang sebesar US$16 triliun; jumlah yang dua kali lebih banyak daripada saat Bush masih menjabat. Bahwa kapitalisme telah gagal.

Jadi mungkin betul perkataan Syekh Imran, kelak Amerika akan mengganti dollar dengan emas sebagai mata uangnya. Lalu bagaimana dengan kita?  Masihkah kita bergeming untuk beralih ke dinar?

“(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai ” (Shahih Muslim).

Inilah Nama-Nama Bulan dalam Kalender Islam Beserta Artinya

Dalam Website resmi Taqwim Ummul Quro, kalender hijriyyah resmi yang digunakan di Arab Saudi, disebutkan bahwa arti nama-nama bulan hijriyyah sebagai berikut:
1. Muharrom (محرم الحرام)
Ini adalah bulan pertama dalam kelender Islam, dan Muharram termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan Muharram karena orang Arab mengharamkan berperang di bulan ini.
2. Shofar (ﺻﻔﺮ)
Dinamakan dengan Shofar karena perkampungan Arab Shifr (kosng) dari penduduk, karena mereka keluar untuk perang. Ada yang mengatakan bahwa dinamakan dengan Shofar karena dulunya bangsa Arab memerangi berbagai kabilah sehingga kabilah yang mereka perangi menjadi Shifr (kosong) dari harta benda.
3. Robi’ul Awwal (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ)
Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim semi.
4. Robi’uts Tsani/Akhir (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﺧﻴﺮ / ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ)
Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu menggembalakan hewan ternak mereka pada rerumputan. Dan ada yang mengatakan bahwa dinamakan demikian karena bulan ini bertepatan dengan musim semi.
5. Jumadil Ula (جمادى الأولى)
Sebelum masa Islam dinamakan jumadi khomsah. Dinamakan Jumada karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin, dimana air jumud (membeku)
6. Jumadil Akhiroh/Tsaniyah (جمادى الآخرة / ﺟﻤاﺪى ﺍﻟﺜﺎﻧﻲة)
Sebelum masa Islam dinamakan jumadi sittah. Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin juga
7. Rojab (ﺭﺟﺐ)
Rajab termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan bulan Rojab karena bangsa Arab melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan. Dikatakan: Rojab adalah menahan diri dari peperangan.
8. Sya’ban (ﺷﻌﺒاﻦ)
Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu berpencar ke berbagai tempat untuk mencari air.
9. Romadhon (ﺭﻣﻀاﻦ)
Ini adalah bulan puasa bagi umat Islam. Dinamakan demikian karena panas ramdh mencapai puncaknya dan saat penamaan jatuh pada musim panas.Dimana periode ini disebut panas yang parah.
10. Syawwal (ﺷﻮﺍﻝ)
Di bulan inilah saat Idul Fitri. Dinamakan demikian karena saat itu unta betina kekurangan air susu.
11. Dzulqo’dah (ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة)
Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab duduk dan tidak berangkat untuk perang, karena bulan ini termasuk bulan haram yang tidak boleh perang.
12. Dzulhijjah (ﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠة)
Di dalamnya terdapat musim haji dan Idul Adha. Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab melaksanakan ibadah haji di bulan ini.
ummulqura.org.sa
3 dzulqa'dah 1433 / 19 sept 2012


Khomeini: Aisyah, Zubair, Thalhah dan Muawiyah Lebih Najis dari Anjing dan Babi!
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,
Para pembela Syiah baik dari kalangan Syiah sendiri maupun tokoh-tokoh yang mengaku Ahlussunnah, harusnya sadar bahwa Syiah dan Sunni sampai kapanpun tidak akan bisa bersatu, karena banyaknya hal prinsipil yang berbeda antara Syiah dan umat Islam kebanyakan.

Menghina Istri dan sahabat Nabi sudah menjadi point penting yang menjadi tidak mungkin terwujudnya persatuan tersebut. Kalaupun bersatu, maka persatuan tersebut adalah persatuan yang semu, persatuan yang dipaksakan.

Banyak pihak yang memuji hingga setinggi langit Khomeini pemimpin Syiah Iran yang telah mangkat. Tokoh sesat ini dianggap sebagai inspirator bangkitnya Islam kembali dengan slogan-slogan palsunya "Laa Syarqiyah Wa La Gharbiyah" (Tidak Timur dan Tidak barat, untuk menunjukkan bahwa revolusi Iran era akhir 70 an lalu adalah murni revolusi Islam tidak memandang timur ataupun barat).

Namun banyak orang yang tidak tahu betapa kotornya mulut tokoh yang dianggap "Ayatullah" ini, dalam Kitab karangannya yang berjudul "Al-Thaharah", juz 3 halaman 457, dengan terang-terangan tokoh sesat ini mengatakan: "Jika seorang pemimpin memberontak terhadap amirul mukminin (Ali) untuk melawan dia dalam kepemimpinan atau tujuan lain seperti Aisyah, Zubair, Thalhah dan Muawiyah....., atau jika dia menampakkan permusuhan terhadap Amirul Mukminin atau setiap Imam, walaupun mereka tidak terlalu (najis) dalam penampilan luar......namun ketahuilah mereka lebih najis dari Anjing dan Babi..." (Klik scan halaman kitab )

Download Kitab:
Naudzubillahmindzalik, betapa kotornya pernyataan sang imam sesat tersebut terhadap orang-orang yang dimuliakan di dalam Islam. Dengan pernyataan Khomeini ini, masih bisakah umat Islam bersatu dengan Syiah?

Ketika Aisyah dituduh berzina oleh orang-orang munafik madinah, Allah langsung membelanya dari atas langit yang ke tujuh dengan menurunkan sepuluh ayat dalam surat An-Nur untuk membebaskan Aisyah radhiyallahu 'anha dari tuduhan keji tersebut. Namun berbanding terbalik dengan sikap tokoh sesat Syiah ini.

Tragedi di dunia Islam cukuplah sebagai pelajaran bahwa jika kaum sesat Syiah sudah mulai banyak, maka mereka akan melakukan makar terhadap umat Islam tak terkecuali di Indonesia. Dengan jumlah sedikit saja di Indonesia mereka sudah berani unjuk gigi, apalagi nanti jika sudah besar.

Menarik satu pernyataan dari salah satu dosen di Malaysia yang mengatakan bahwa untuk Syiah, umat Islam harus menerapkan konsep tasamuh yang berbasis "lakum dinukum waliyadin", insya Allah konflik Syiah dan umat Islam bisa diminimalisir. Wallahu a'lam (fq/berbagai sumber/lppimakasar)