sa'at shalat

Minggu, 15 Agustus 2010

ALLAH SWT

(fiqhislam.com)

Segala puji bagi Allah yang keadaan-Nya yang satu tidak mendahului keadaan-Nya yang lain, maka tiadalah Dia menjadi yang awal sebelum Dia menjadi yang akhir, atau yang zahir sebelum Dia menjadi yang bathin. Buah Surga adalah `La Ilaha Illallah` (tidak ada Tuhan kecuali Allah) dengan syarat ikhlas.

Pokok agama adalah makrifat tentang Allah, kesempurnaan makrifat tentang-Nya adalah dengan membenarkan terhadap-Nya, dan kesempurnaan tauhid kepada-Nya dengan ikhlas kepada-Nya, bila menduakan-Nya berarti sama dengan memilah-milah Dzat-Nya.

`Inna Lillahi` (Sesungguhnya kita adalah milik Allah) merupakan pengakuan atas diri kita adalah milik Allah, sedangkan `Inna Ilaihi Raji’un` (kepada-Nya-lah kita kembali) merupakan pengakuan atas diri kita akan datangnya kematian.

Kesempurnaan keikhlasan kepada-Nya adalah dengan meniadakan segala sifat dari-Nya, sebab setiap sifat adalah berlainan dengan yang disifati, dan setiap yang disifati bukanlah persamaan dari sifat yang menyertainya. Dia-lah yang benar lagi yang menjelaskan segala sesuatu menurut hakekat yang sebenarnya, yang lebih benar dan lebih jelas daripada yang dilihat oleh mata.

Dia tidak dapat dicapai oleh akal, tidak dapat disamakan dengan sesuatu, tidak dapat diserupakan, dahi-dahi bersujud kepada-Nya, lidah-lidah mentauhidkan-Nya, Dia membatasi segala sesuatu saat penciptaannya. Dia tidak dilalui masa, maka keadaan-Nya tidak pernah berbeda.

Dia tidak pernah berada dalam suatu tempat yang mengharuskan-Nya berpindah tempat. Dia maha mengetahui rahasia yang ada didalam hati yang tersembunyi, bisikan orang-orang yang berbisik dan kecenderungan seseorang dalam hatinya. Hanya hati yang dipenuhi dengan hakekat keimanan sajalah yang dapat mencapai-Nya.

Jangan menyaingi Allah dalam keagungan-Nya dan menyerupai kesombongan-Nya, karena Dia akan menghinakan setiap orang yang angkuh dan merendahkan setiap orang yang sombong.

Sungguh mengherankan orang yang ragu terhadap Allah, padahal mereka melihat ciptaan-Nya, dan sungguh mengherankan mereka hanya melihat ciptaan-Nya tetapi tidak melihat dengan pengelihatan-Nya. Inilah orang yang melihat dengan lemak, berbicara dengan daging, mendengar dengan tulang dan bernapas dengan lubang hidung. Syukur dan wara’ (kehati-hatian dalam beragama) adalah tameng yang menjelaskan perkataan.

Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya yang dikaruniakan dan pujilah Dia atas cobaan yang ditimpakan-Nya kepadamu, karena syukur adalah hiasan kekayaan, dimana kebaikan setiap orang yang memiliki kenikmatan adalah dalam menghindarkan diri dari hal-hal yang merusak kenikmatan itu. Bagi yang melalaikan nikmat akan lenyap segala nikmat dari-Nya, dan bagi yang mensyukuri akan bertambah nikmat dari-Nya. Tidak akan ada seorang penghitung yang mampu menghitung nikmat-nikmat-Nya, dan tidak akan ada seorang ahli ibadah yang dapat memenuhi hak-Nya. Pujilah Dia atas kesempurnaan nikmat-Nya, penyerahan diri atas keagungan-Nya, memohon pertolongan-Nya dari kemaksiatan kepada-Nya dan memohon pertolongan sebagai hamba-Nya yang fakir yang mengharapkan kecukupan dari-Nya.

Al-hamdulillah (segala puji bagi Allah) adalah bahwasanya Allah menjadikannya sebagai pembuka kitab-Nya (Al-Qur’anul Karim) dan penutup doa para penghuni Surga-Nya. Qadha’ dan Qadar merupakan jalan yang gelap, Allah menjadikan segala sesuatu ada kadarnya dan pada tiap-tiap kadar ada masanya, dan pada tiap-tiap masa ada ketetapannya. Segala perkara tunduk pada takdir, bahkan termasuk kematian yang telah direncanakan-Nya. Jika telah datang takdir maka gugurlah kehati-hatian. Sesungguhnya bersama setiap orang ada dua Malaikat yang menjaganya, maka jika telah datang takdir (kematian), kedua Malaikat itu membiarkannya antara dia dengan takdirnya.

Siapa saja yang hanya butuh kepada Allah, niscaya orang-orang akan butuh kepadanya, karena itu mintalah pertolongan hanya kepada Allah, karena Dia pemberi pertolongan yang paling cukup. Menghilangkan sebuah gunung lebih mudah daripada menghilangkan kefakiran, maka bermohonlah kepada-Nya dengan sabar karena bumi ini adalah milik-Nya yang akan dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Jika memiliki suatu kebutuhan kepada-Nya, mohonlah kepada-Nya agar memilihkan yang terbaik dalam urusan-urusanmu, sebab Dia tidak akan menelantarkan orang-orang yang mencari perlindungan kepada-Nya dan tidak akan merugikan orang yang memohon pilihan kepada-Nya. Maka sandarkan dirimu dalam semua urusan kepada-Nya, karena sesungguhnya engkau menyandarkannya pada tempat berlindung yang kokoh dan dengan penjagaan yang kuat. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Rasulullah Saw bersabda: Aku terus menerus mohon syafa'at kepada Tuhanku Azza wa Jalla, dan Dia memberi syafa'at kepadaku, sehingga aku berkata : Wahai Tuhan, berilah aku syafa'at untuk orang-orang yang mengatakan, `Tiada Tuhan Kecuali Allah`. Allah berfirman : Ini bukan untuk kamu wahai Muhammad dan bukan untuk siapa-siapa, ini untuk Aku dan demi keagungan-Ku, kemulian-Ku dan kasih sayang-Ku, Aku tidak meninggal kan di Neraka seorangpun yang mengucapkan `Tiada Tuhan Kecuali Allah` [HR. Ibnu Abu 'Ashim]

Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT berfirman: Aku sekutu yang (sama sekali) tidak butuh persekutuan, barangsiapa yang mengerjakan sesuatu perbuatan disertai dengan menyekutukan selain Aku (kepada-Ku), Aku tinggalkan dia dan yang dijadikan sekutu [HR. Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT berfirman: Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menetapkan sesuatu ketetapan, tidak dapat ditolak (ditarik kembali) [HR. Ahmad]

Rasulullah Saw bersabda: Maukah engkau aku tunjukkan kepada kalimat yang dari bawah Arasy, dari suatu gudang dari beberapa gudang Surga. Katakanlah: `Tidak Ada Daya Upaya Dan Tidak Ada Kekuatan, Kecuali Dengan Kehendak Allah`. Maka Allah yang Maha Gagah dan Maha Agung berfirman: Hamba-Ku telah menyerah dan tunduk [HR.Hakim]

Sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan Semesta Alam [28:Al Qashash:30].

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat [02:Al Baqarah:186].

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu [02:Al Baqarah:29].

Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: `Jadilah`. lalu jadilah ia [02:Al Baqarah:117].

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at disisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar [02:Al Baqarah:255].

`Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. setiap waktu Dia dalam kesibukan`(55:Ar Rahmaan:29). Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal diatas bahtera akan menyeru `Ya Allah`. Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru `Ya Allah`. Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah `Ya Allah`. Ketika semua cara tak lagi mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua jalan pintas membuntu, merekapun menyeru `Ya Allah`. Ketika bumi terasa menyempit kerana himpitan persoalan kehidupan, dan jiwa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus dipikul, maka menyerulah `Ya Allah`. Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundah gulanakan hati, adalah hanya pantas ditujukan kehadirat-Nya.

Setiap dinihari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan. Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Maka hati akan tenang , jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang dan iman kembali bergelora.

`Allah` adalah nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus dan kata yang sangat berharga.

`Allah` yang memiliki semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan dan hikmah.

`Allah` darinya semua kasih sayang, perhatian, cinta dan kebaikan.

`Ya Allah`, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan ini awal dari kesenangan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram.

`Ya Allah`, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa ini dengan air keimanan.

`Wahai Rabb`, anugrahkan kepada mata yang tak dapat terpejam ini, rasa kantuk dari-Mu yang akan menentramkan, tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian, dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.

`Wahai Rabb`, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini pada cahaya-Mu, bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus, dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.

`Ya Allah`, sirnakan keraguan pada fajar yang pasti datang dengan pancaran cahayanya, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu. Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera, hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakkal, hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu semua pertolongan, cukuplah Engkau sebagai pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Memaafkan merupakan bukti ketulusan hati terhadap perilaku orang yang menyakiti. Sedangkan keinginan hati untuk diperlakukan dengan baik merupakan tingkatan yang lebih tinggi. Dan yang paling penting ialah ketika ia bisa membalasnya dengan kebaikan. Caranya adalah dengan mulai meredam emosi, tidak membalas kepada orang yang menyakiti, dan memaafkan kesalahannya.

`Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (ihsan)`(03:Al Imran:134). `Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada`(24:An Nuur:22). Keyakinan terhadap qadha, artinya harus menyadari bahwa tidak menyakiti kecuali merupakan ketentuan qadha dan qadar Allah. Penghapusan dosa, artinya harus menyadari bahwa kejahatan yang dilakukan orang lain yang ditimpakan kepada anda sebenarnya adalah penghapus dosa-dosa, keburukan-keburukan yang dileburkan, kesalahan-kesalahan yang dimaafkan dan kenaikan derajat iman. (`Aidh Al-Qarni)

Segala puji bagi Allah yang indera tidak dapat melihat-Nya, tempat tidak dapat menampung-Nya dan tirai tidak dapat menutupi-Nya. Dia membuktikan ke-kekalan-Nya dengan terjadinya ciptaan-Nya. Dia membuktikan keberadaan-Nya dan dia membuktikan tak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya. Dia benar dalam janji-Nya. Dia terlalu tinggi untuk berbuat zalim kepada makhluk-makhluk-Nya. Dia berdiri dengan keadilan diantara ciptaan-ciptaan-Nya dan melaksanakan keadilan atas mereka dalam hukum-hukum-Nya. Dia memberikan bukti-bukti melalui penciptaan atas keberadaan-Nya yang kekal, melalui tanda-tanda ketidak mampuan mereka atas kekuasaan-Nya, dan melalui ketidak berdayaan mereka terhadap ajal mereka sendiri. (Pustaka)

Dia telah menyediakan jalan bagi orang-orang yang mengharapkan ridho-Nya dan orang-orang beriman hanya mencari apa yang ada pada-Nya, karena Dia sama pemurahnya tentang apa yang diminta dari-Nya maupun apa yang tidak diminta pada-Nya. Yang awal, yang tidak ada bagi-Nya `Sebelum`, sehingga mustahil ada sesuatu sebelum-Nya. Dan yang akhir, yang tidak ada bagi-Nya `Setelah`, sehingga mustahil ada sesuatu setelah-Nya. Yang menghalangi bola mata untuk dapat melihat-Nya. Zaman bagi-Nya tidak berubah, karena zaman akan menyebabkan berubahnya keadaan. Dia tidak berada dalam ruang, zaman dan waktu sehingga Dia dapat berada dimana saja sekehendak-Nya. Khayalan tidak dapat menerka-Nya dalam batas-batas gerakan anggota badan ataupun indera, Dzat-Nya tidak dapat dikatakan `Dari Mana?`. Dan batas waktu tidak dapat disifatkan kepada-Nya dengan mengatakan `Hingga`. Dia zahir, tetapi tak dapat dikatakan `Dari Apa?`. Dia tersembunyi, tetapi tidak dapat dikatakan `Didalam apa?’, Dia bukan jasad yang mati, Dia tidak dekat pada sesuatu secara sentuhan, tetapi tidak pula jauh dari-Nya secara terpisah. (Pustaka)

Tidak akan mengakui ke-Esaan-Nya orang yang ragu terhadap-Nya. Hakekat-Nya tidak akan datang kepada orang yang menyerupakan-Nya. Orang yang membandingkan-Nya dengan makhluk lain niscaya tidak akan beribadah kepada-Nya. Orang yang menunjukkan bahwa Allah menempati ruang dan mengkhayalkan-Nya, tidak akan sanggup menuju kepada-Nya. Segala sesuatu yang diketahui melalui diri-Nya merupakan sesuatu yang telah dibuat dan segala sesuatu yang adanya karena adanya sesuatu yang lain merupakan dampak dari suatu sebab. Yang maha bergerak tanpa menggerakkan alat. Yang Maha Menentukan sesuatu tanpa menjalankan pikiran. Yang Maha Kaya, tetapi bukan karena memperoleh sesuatu. Dzat-Nya tidak dibarengi dengan waktu, tidak dibantu oleh alat. Keberadaan-Nya melampaui waktu, wujud-Nya mendahului ketiadaan dan kekekalan-Nya mendahului permulaan. (Pustaka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar